Minggu, 01 November 2020

ADAB ISLAM DALAM BERJALAN, BERPAKAIAN, MAKAN DAN MINUM

 


PENTINGNYA MENJAGA ADAB BERJALAN, BERPAKAIAN, MAKAN DAN MINUM

Islam mengajarkan adab (akhlak) mulia bagi umatnya. Melalui pedoman hidup orang Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadis banyak diperintahkan agar manusia berakhlak mulia agar mencapai derajat sebagai makhluk Allah Swt. yang sebaik-baiknya. Namun masih banyak manusia yang tidak mau melakukannya. Ada kalanya seseorang melakukan sesuatu sesuai dengan seleranya sendiri tanpa memperhatikan adab yang ada. Ada pula seseorang melakukan sesuatu berdasarkan nilai yang ada di masyarakat dan nilai-nilai agama. Adab ditata untuk menjaga kesopanan, kepantasan, dan kelayakan dalam bersikap dan berperilaku. Islam mengatur adab melakukan sesuatu selain agar kesopanan, kepantasan, kelayakan pergaulan terlihat juga supaya umat Islam menjalankan perintah agamanya. Jika semua ini sudah terbiasa dilakukan maka akan tercipta pribadi shalih yang memberi rasa aman dan nyaman di sekitarnya.

Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

 Artinya:

Sesungguhnya aku (Muhammad Saw.) diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak. (HR.Baihaqi)

Oleh karena itu umat Islam wajib berakhlak mulia sebagaimana yang diajarkan nabi Muhammad Saw. Dalam hal ini berakhlak mulia dalam berjalan, berpakaian, makan dan minum. Pentingnya beradab mulia tidak cukup dirasakan manfaatnya oleh dan pelaku saja, tetapi lebih dari itu dapat bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Begitu pula berkaitan dengan berjalan, berpakaian, makan dan minum, diperlukan adab yang baik agar membawa manfaat bagi kita semua. Pentingnya beradab dalam berjalan agar manusia berjalan tidak sembarangan dalam berjalan baik cara dia menggerakkan kaki maupun badannya. Cara-cara berjalan yang baik sesuai anjuran agama ditata agar manusia menjadi orang yang beradab dalam beraktifitas kesehariannya yang dimulai dengan menggerakkan badannya (berjalan). Orang yang berjalan pada umumya melewati jalan yang dilihat orang lain (banyak). Kesopanan terhadap orang lain perlu diperhatikan agar terbina hubungan yan damai.

Adab berpakaian juga penting dalam kehidupan. Adat  istiadat berpakaian di Indonesia masing-masing daerah memiliki ciri khas yang selayaknya dilestarikan. Adat istiadat berpakaian yang tidak menyalahi ajaran Islam boleh dilakukan orang Islam. Adab berpakaian ditata agar manusia tidak berpakaian seenaknya. Cara-cara berpakaian yang baik sesuai anjuran agama ditata agar umat Islam berpakaian sesuai ajaran agama seperti menutup aurat, memikirkan kepantasan/ kesopanan berpakaian, dan sesuai jenis kelamin. Makan dan minum juga perlu memperhatikan adab. Pentingnya adab makan dan minum menurut Islam mengajarkan manusia agar menjadi pribadi yang selektif dalam memilih makanan (memikirkan halal-haramnya), tidak berlebihan memakan makanan (tamak), dan memperhatikan aspek kesehatan makanan yang akan dimakan. Jadi manusia tidak asal makan yang dia suka dan dia mau saja tetapi juga makan dan minum diniatkan untuk melangsungkan hidup dan hidup untuk beribadah kepada Allah Swt.

Jadi kita wajib menjaga adab berjalan, berpakaian, makan dan minum karena selain menjalan ajaran Islam juga sangat penting untuk menjadikan seseorang yang memiliki sopan-santun dalam kegiatan sehari-hari. Betapa besar manfaat menjaga sopan-santun sebab akan berdampak positif bagi orang lain dan lingkungan sekitar menjadi aman dan nyaman. Alangkah indahnya hidup teratur.

DALIL PENTINGNYA MENJAGA ADAB BERJALAN, BERPAKAIAN, MAKAN DAN MINUM

Dalil pentingnya menjaga adab berjalan

Allah Swt. berfirman dalam QS. al-Isra ayat 37 yang berbunyi:

Ÿwur Ä·ôJs? Îû ÇÚöF{$# $·mttB ( y7¨RÎ) `s9 s-̍øƒrB uÚöF{$# Æs9ur x÷è=ö6s? tA$t6Ågø:$# ZwqèÛ ÇÌÐÈ

37.  Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

 

QS. Luqman ayat 18:

Ÿwur öÏiè|Áè? š£s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? Îû ÇÚöF{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9qãsù ÇÊÑÈ

18.  Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

 

Makna ayat-ayat diatas kita dilarang berjalan dengan gaya sombong (membusungkan dada, memicingkan mata, wajah seram (tidak tenang), mulut tak mau senyum, kaki dihentak-hentakkan (tanpa tujuan jelas), dan gaya-gaya sombong lainnya. Kecuali itu kita juga dilarang berjalan dengan memalingkan muka (tidak mau melihat  orang di depannya) karena sombong. Sebab kesombongan adalah sifat setan yang seolah-olah orang lain dianggap tidak berarti. Setan akan kekal dalam neraka.

Dalil pentingnya menjaga adab berpakaian

Allah Swt. berfirman dalam QS. al-A’raf ayat 26 yang berbunyi:

ûÓÍ_t6»tƒ tPyŠ#uä ôs% $uZø9tRr& ö/ä3øn=tæ $U$t7Ï9 ͺuqムöNä3Ï?ºuäöqy $W±Íur ( â¨$t7Ï9ur 3uqø)­G9$# y7Ï9ºsŒ ׎öyz 4 šÏ9ºsŒ ô`ÏB ÏM»tƒ#uä «!$# óOßg¯=yès9 tbr㍩.¤tƒ ÇËÏÈ

26.  Hai anak Adam[530], Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.

 

Maksud yang terkandung dalam ayat di atas adalah Allah Swt. Telah menganugerahkan pakaian sebagai kebutuhan hidup bagi hamba-Nya. Maka hendaklah hamba-Nya berpakaian menurut  perintah agama (menutup aurat) dan pakaian boleh sebagai untuk indah-indah asalkan tidak menyalahi aturan agama. Semua itu sebagai media penunjang ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Adapun pakaian yang paling baik adalah pakaian takwa yaitu beupa kebaikan hati dan jiwa.

 

ADAB BERJALAN MENURUT ISLAM

Adab berjalan menurut Islam perlu diperhatikan untuk dilakukan. Adab berjalan menurut Islam sebagai berikut:

1. Tenang dan sopan

Sebagai orang Islam, adab kita dimulai dari berjalan perlu dijaga. Tenang dan sopan dalam berjalan maksudnya tidak “jelalatan” (pandangan mata kesanakemari), pandangan mata ke depan dan mau melihat orang di depannya, wajah tidak seram, gerakan tubuh tidak terlalu bebas, kaki melangkah tenang, gerakan tangan melambai teratur.

2. Badan lurus dan kepala sedikit menunduk

Maksudnya jika tidak ada sesuatu yang diperlukan membungkukkan badan dan menundukkan kepala karena ingin menghormati orang-orang tertentu (para alim, guru-guru kita, dll), posisi badan biasa saja dan mata tenang melihat ke depan dan sekali-kali melihat ke bawah. Jangan sampai dikatakan sombong karena kita berjalan dengan dada dibusungkan dan pandangan mata selalu ke atas.

3. Berjalan secara normal

Seorang muslim sepatutnya jika berjalan tidak dibuat-buat yang menimbulkan celaan dari orang lain. Lebih baik berjalan agak cepat dari pada berjalan lemah  gemulai yang membuat orang lain (orang yang berjalan di belakangnya) tidak sabar menunggu. Sebisa mungkin tidak membuat masalah dalam berjalan.

4. Menciptakan kenyamanan dalam berjalan

Maksudnya membuat orang yang melihat kita berjalan menjadi nyaman karena kita berjalan tidak mengada-ada dan biasa saja.

5. Mempunyai tujuan dengan jelas

Dalam berjalan semestinya mempunyai tujuan dengan jelas yang diniati menuju ke suatu dengan baik. Hal ini mengingatkan kita bahwa sebagai seorang muslim wajib beraktifitas dengan baik dalam kegiatan yang baik-baik, yang dimulai dengan adab berjalan kita.

6. Boleh berhenti jika ada keperluan (yang mendesak)

Adab berjalan diperbolehkan berhenti jika ada keperluan tetapi dianjurkan sebentar saja.  Misalnya, sedang berkalan bertemu dengan teman lama yang lama tidak bertemu lalu menyapa, bersalaman, dan berbincang-bincang sekedar menanyakan kabarnya, itu tidak masalah. Pembicaraan tidak boleh ngelantur sehingga tujuan (niat) berjalan rusak karenanya.

7. Tidak mancari perhatian dalam berjalan

Jika kita berjalan dengan tujuan mencari perhatian orang lain berarti tidak menerapkan adab berjalan menurut Islam. Seandainya dalam berjalan kita memakai sepasang sepatu, maka sepasang sepatu dipakai semua, tidak hanya satu sepatu dipakai sedangkan yang satunyanya memakai sandal. Jika terpaksa harus tidak memakai sepatu atau sandal, sebaiknya dilepas semua(tidak memakai alas kaki) seperti sedang olah raga jalan kaki, dan sebagainya.

8. Tidak berjalan dengan sambil makan

Meskipun hanya makan “makanan kecil”, tidak diperkenankan berjalan sambil makan. Jika terpaksa, makanan dikunyah dan ditelan dulu barulah berjalan. Berjalan dengan makan akan menimbulkan sifat tidak tahu malu. Termasuk berjalan dengan berbincang-bincang jika bersama orang lain.

9. Berjalan harus fokus

Jika berjalan tidak fokus (konsentrasi) bahwa seseorang sedang berjalan, maka bahaya mudah datang. Berjalan sambil melakukan sesuatu aktifitas (mungkin tinggal melanjutkan sesuatu pekerjaan yang dianggapnya bisa dilakukan sambil berjalan) misalnya sambil menghafal materi pelajaran karena mau ulangan, maka sebaiknya dihindari. Sebab dapat mengganggu aktifitas berjalan dengan baik. Bisa saja dapat menabrak orang di depannya atau jatuh sendiri.

10. Tidak mendahului orang lain

Maksudnya adab bejalan yang baik termasuk tidak mendahului orang lain yang berjalan di depan kita atau orang yang berjalan lebih awal dari kita tanpa permisi. Jika terpaksa harus mendahului sepantasnya permisi dan menyapa dengan ramah agar orang lain tidak merasa dilangkahi dan dihormati. Terutama bagi orang-orang yang lebih tua dari kita, khususnya kedua orang tua kita.


 

ADAB BERPAKAIAN MENURUT ISLAM

Membahas adab berpakaian menurut Islam sangat menarik. Dalam hal ini tidak terbatas 1 (satu) model pakaian saja tetapi boleh berbagai macam model pakaian tergantung jenis kegiatan yang dilakukan seseorang sehingga mengharuskan memakai pakaian tertentu. Selama model pakaian itu menutup aurat tidak perlu diperdebatkan.

Adab berpakaian menurut Islam sewajarnya berhubungan dengan budaya masing-masing suku dan bangsa. Bagi kita bangsa Indonesia adab berpakaian menurut Islam artinya adab berpakain yang tidak melanggar ajaran Islam sebagai berikut:

1. Menata niat berpakaian

Berniat berpakaian untuk melaksanakan perintah Allah Swt. yaitu melindungi aurat dan menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah sakit.

2. Berpakaian memenuhi syarat menutup aurat

Baik orang Islam laki-laki maupun orang Islam perempuan wajib menutup aurat dalam berpakaian jika dapat dilihat oleh yang bukan mukhrim. Terutama bagi wanita jangan berpakaian yang ketat. Menutup aurat bukan tergantung 1 (satu) model pakaian saja, selama model itu tidak menyalahi ajaran agama berarti masih memenuhi syarat menutup aurat.

3. Berpakaian yang bersih dan nyaman

Seorang muslim yang baik selalu berpakaian yang bersih dan harum agar nyaman. Selama  keharuman pakaian tidak menyolok, diperbolehkan. Termasuk kerapian dalam berpakaian dapat mendatangkan kenyamanan bagi si pemakai dan orang yang melihatnya. Khsususnya bagi pakaian untuk beribadah kepada Allah Swt. (untuk shalat) harus dijaga kesucian, kebersihan, dan keharumannya.

4. Model pakaian sesuai jenis kelamin

Islam mengajarkan dengan jelas bahwa laki-laki seharusnya menggunakan pakaian yang pantas dipakai laki-laki, wanita menggunakan pakaian yang pantas dipakai wanita. Model pakaian bebas, selama menutup aurat dan masih mencerminkan model pakain yang sesuai jenis kelamin masing-masing pemakai berarti tidak masalah.

5. Tidak berpakaian yang glamour

Sekaya apapun seorang muslim tidak pantas memakai pakaian yang glamour (menyolok dan berlebihan). Apalagi pakaian itu tidak disesuaikan dengan acara atau aktifitas yang ada.  Sederhana dalam berpakaian tapi bersih dan rapi lebih utama daripada berpakaian yang menyolok.

6. Berpakaian disesuaikan dengan acara/ kegiatan

Maksudnya berpakaian sesuai dengan kesepakatan bersama atau aturan yang ada. Selama tidak menyalahi ajaran Islam tidak masalah. Misalnya, di sekolah memakai pakaian seragam di mana warna dan model sudah di atur, kapan memakai pakaian olah raga, pakaian batik, dan sebagainya.

7. Tidak meniru-niru model pakaian yang dilarang agama

Sebagai seorang muslim sudah barang pasti dalam berpakaian mempunyai aturan sendiri. Bukan berarti Islam membatasi model berpakaian, selama model itu tidak bertentangan dengan ajaran agama, diperbolehkan. Yang mengkhawatirkan di zaman sekarang banyak model pakaian ditawarkan, lalu para generasi Islam meniru-niru begitu saja tanpa memikirkan kepantasan bagi seorang muslim/ muslimah. Boleh meniru asalkan tidak menyalahi ajaran Islam.

8. Berpakaian hendaknya menyesuaikan usia

Di zaman sekarang, banyak orang berpakaian tanpa menyesuaikan usia. Meskipun tidak terlalu vital, tanpa disadari penampilan seorang kakek seperti anak muda akan menjadi persoalan sendiri. Kepantasan berpakaian sesuai ajaran agama perlu dijaga dalam adab berpakaian menurut Islam.

9. Mendahulukan tangan kanan dan berdoa

Maksudnya jika sedang akan memulai memakai pakaian didahulukan bagian tubuh sebelah kanan, seperti tangan kanan, dan tidak lupa berdoa (paling tidak membaca basmalah).  Dimaksudkan agar pakaian yang kita pakai menjadi berkah dalam hidup.

 

E. ADAB MAKAN DAN MINUM MENURUT ISLAM

Adab selanjutnya yang tak kalah penting adalah adab makan dan minum menurut Islam. Gambar di atas tentang adab makan dan minum bersama keluarga. Namun yang dikehendaki di sini adab makan dan minum secara keseluruhan baik sedang sendiri, bersama keluarga, bersama teman, sedang di sebuah pertemanpertemuan tertentu seperti rapat, resepsi, dan lain-lain. Secara garis besar Islam mengatur adab makan dan minum agar manusia khususnya uamt Islam tidak menjadi

orang yang tidak beradab dan tamak. Sebagaimana adab berjalan dan tadab berpakaian, adab makan dan minum perlu dilakukan oleh seorang muslim. Kemuliaan seseorang dapat diraih salah satunya memilki adab yang baik dalam berjalan, berpakaian, makan dan minum. Bagi orang yang kurang beradab atau kurang mendalami ajaran Islam, menganggap semua ini tidak penting. Bagi orang yang menjunjung tinggi peradaban pastilah menganggap sangat penting sebab untk menjadi orang mulia dimulai dari menjaga adab yang kecil-kecil. Adab makan dan minum menurut Islam sebagai berikut:

1. Sebelum makan dan minum membaca basmalah

Membaca basmalah sebelum memulai aktifitas makan dan minum sangatlah penting dalam adab makan dan minum menurut Islam. Hal ini menunjukkan rasa syukur kepada Allah Swt. dan rezeki yang kita gunakan untuk makan dan minum berkah.

2. Menjaga kehalalan makanan dan minuman

Makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum hendaknya dijaga kehalalannya. Dimulai dari sumber rezeki yang kita dapatkan, proses mengatur rezeki itu, sampai dengan terwujud makanan dan minuman yang akan kita makan dan  kita minum. Kehalalan dan keharaman sumber rezeki dan makanan yang kita makan akan mempengaruhi perilaku kita baik atau buruk. Semoga kita termasuk orang-orang yang berperilaku baik.

3. Makan dan minum dengan duduk

Sebagai muslim yang menjaga adab makan dan minum sebaiknya makan dan minum dengan duduk. Secara medis makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita melalui proses duduk lebih baik terserap dalam tubuh daripada yang melalui proses dengan berdiri.

4. Menggunakan tangan kanan

Dalam makan dan minum sebaiknya menggunakan tangan kanan kecuali jika tangan kanan kita kurang berfungsi. Sifat tangan kiri hanya membantu tangan kanan. Dalam Islam makan tidak harus menggunakan sendokdan garpu. Langsung menggunakan tangan (kanan) lebih baik dan menjilat sisa makanan di jari  hukumnya sunah. Kecuali ada alasan-alasan tertentu  mengggunakan sendok dan garpu tidak apa-apa.

5. Makan dan minum tidak berbicara

Jika ingin makan dan minum lancar dan sehat, maka saat makan dan minum tidak berbicara. Apalagi sambil berbincang-bincang, termasuk sedang bermain handphone. Kebanyakan orang tidak menyadari kesalahannya yang akan  merugikan diri sendiri. Baru menyadari jika sudah terjadi masalah. 

6. Tidak mencela makanan dan minuman

Sebagai muslim yang baik, senang atau tidak senang dengan makanan dan minuman yang akan kita makan dan kita minum, kita tidak boleh menyela. Lebih baik diam dan tetap memakan dan meminum walapupun sedikit, terutama sedang  dijamu oleh orang lain.

7. Makan mulai dari pinggir baru tengah

Artinya jika sendang makan, makanlah bagian pinggir dulu, baru bagian tenga. Hal ini bermaksud agar kita tidak mengaduk-aduk makanan yang belum tentu habis kita makan dan terlihat tidak menjijikkan. Begitu pula minum dari sedikit demi sedikit agar tetap santun.

8. Tidak meniup-niup makanan dan minuman

Selain untuk menjaga kesopanan, tidak meniup-niup makanan dan minuman juga ajaran agama, Jika tidak sangat mendesak hindari perbuaan tersebut.

9. Makan dan minum tidak terlalu kenyang

Orang Islam yang baik tidak akan merasa tamak karena makan dan minum tidak sampai kekenyanagan (terlalu kenyanga). Makan dan minum secukupnya saja agar badan sehat dan hati tidak keras. Bagi orang yang sedang mencari ilmu akan sangat berguna bagi kecerdasan otak dalam mencerna ilmu.

10. Mengakhiri makan dan minum dengan bacaan hamdalah

Biasanya sebelum makan kita berdoa dan membaca basmalah. Bagitu pula setelah makan paling tidak membaca hamdalah dan berdoa. Dengannya Allah Swt. akan memberkahi rezeki kita sebagai bekal mendapatkan ridha-Nya.

Minggu, 25 Oktober 2020

Maria Al - Qibthiyah ra. : Istri Rasulullah Dari Kalangan Kristen Koptik



 Sosok Maria Al-Qibthiyah r.a.

Sepulang dari Perjanjian Hudaibiyyah pada bulan Dzulqa‘dah tahun ke-6 H, Rasulullah mengutus Hathib ibn Abi Balta‘ah r.a. untuk menghadap Raja Muqauqis, seorang penguasa suku Qibthi di Alexandria, Mesir. Beliau mengirimkan sebuah ajakan tertulis untuk masuk Islam. Singkat cerita, setelah membaca surat dari beliau, sang Raja mengatakan bahwa ajakan Nabi tersebut sangat baik. Lalu, Raja itu mengambil surat Nabi yang sudah dicap dan meletakkannya di dalam bejana yang terbuat dari gading gajah. Kemudian, dia meletakkan cap di atas surat balasannya, lalu menyerahkannya kepada hamba sahaya perempuan yang hendak dihadiahkan kepada Nabi Saw.

Walaupun pada akhirnya sang Raja tidak masuk Islam, dia mengirimkan hadiah Maria Al-Qibthiyah, dan saudarinya, Sirin. Dia juga menghadiahkan keledainya, Ya‘fur, dan kudanya yang putih (bughlah) yang sangat langka bernama Daldal.

Muhammad ibn ‘Umar berkata, “Seorang ahli ilmu yang bernama Abu Sa‘id  menceritakan kepadaku bahwa Maria berasal dari Desa Anshina.”

Kebaikan Maria Al-Qibthiyah r.a. dan Cinta Rasulullah Saw. Kepadanya

Abdullah ibn Abdul Rahman ibn Abi Sha‘sha‘ah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. sangat terpukau dengan Maria Al-Qibthiyah. Dia adalah seorang perempuan yang berkulit putih, berambut keriting, dan berparas cantik. Pertama kali, Maria dan saudarinya tinggal di rumah Ummu Sulaim binti Malhan. Ketika mereka berada di rumah tersebut, Rasulullah Saw. mengajak keduanya untuk masuk Islam. Lalu, keduanya menerima ajakan itu, dan memeluk Islam. Nabi bermalam bersama Maria dengan status milk al-yamîn (hamba sahaya). Lalu, beliau mengubah status Maria menjadi istrinya di kalangan keluarganya. Maria adalah seorang perempuan yang memiliki pemahaman agama yang bagus. Rasulullah Saw. menghadiahkan saudarinya, Sirin, kepada Hassan ibn Tsabit, sang penyair. Dari Sirin, lahirlah seorang anak bernama Abdul Rahman.

Sedangkan Maria sendiri melahirkan seorang anak bernama Ibrahim. Pada hari yang ketujuh dari tanggal kelahiran anaknya, Rasulullah Saw. Menunaikan aqiqahnya dengan menyembelih dua ekor domba yang besar, mencukur rambut bayi, dan bersedekah kepada orang miskin dengan harta senilai perak yang seukuran dengan timbangan rambut Ibrahim yang telah dicukur. Selain itu, beliau menyuruh agar rambutnya dikubur. Lalu, beliau menamai bayi tersebut dengan Ibrahim.

Ibrahim adalah putra beliau satu-satunya yang lahir selepas beliau diangkat sebagai utusan Allah. Betapa gembira beliau menerima karunia Allah tersebut. Apalagi, kala itu usia beliau telah memasuki kepala enam. Kelahiran Ibrahim merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Dengan kelahiran putranya itu, perhatian beliau menjadi sangat besar terhadap sang putra dan juga ibunya. Dan hal itu membangkitkan kecemburuan istri-istri beliau yang lainnya terhadap Maria Al-Qibthiyah

Kecemburuan Rasulullah Saw. terhadap Maria Al-Qibthiyah r.a.

Abdullah ibn ‘Amr menceritakan bahwa Maria Al- Qibthiyah memiliki saudara laki-laki yang menyertainya datang dari Mesir. Laki-laki tersebut memeluk ajaran Islam dan dikenal sebagai seorang Muslim yang baik. Hanya saja, dia masih sering mengunjungi Maria ke kamarnya. Hingga suatu ketika, Rasulullah Saw. masuk ke rumah Maria—saat itu dia sedang mengandung Ibrahim, lalu beliau mendapati laki-laki tersebut sedang berada di sana. Sontak saja, sebagai seorang laki-laki yang normal, kecemburuan Nabi Saw. muncul seketika. Sehingga, beliau keluar rumah dengan roman muka yang memerah.

Melihat hal tersebut, Umar bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa roman wajahmu berubah?” Lalu Nabi Saw. menjelaskan perihal saudara dekat Maria. Setelah mendengar jawaban Rasulullah Saw., Umar langsung menghunuskan pedangnya, dan bergegas menuju rumah Maria. Ketika didapati seorang laki-laki sedang berada di sana, Umar menarik pedangnya untuk mengancam laki-laki tersebut. Namun, belum sampai hunusannya tertancap, laki-laki tersebut malah menyerahkan dirinya. Umar pun merasa iba, dan kembali menemui Rasulullah Saw.


Untuk mengabarkan hal yang telah terjadi. Beliau bersabda kepadanya, “Sesungguhnya Malaikat Jibril telah datang dan mewahyukan kepadaku bahwa Maria dan saudaranya telah dibersihkan oleh Allah dari prasangka burukku. Malaikat Jibril juga menegaskan bahwa Maria sedang mengandung seorang anak laki-laki yang mirip denganku, dan aku disuruh untuk menamainya Ibrahim. Sehingga, aku dipanggil dengan Abu Ibrahim. Seandainya bukan karena aku enggan mengganti panggilan yang sudah aku dapatkan sebelumnya, pastilah aku akan menerima panggilan yang Jibril berikan untukku (Abu Ibrahim).”

Rabu, 14 Oktober 2020

Perjuangan Nabi Muhammad SAW Melakukan Perubahan di Madinah

 


Kepercayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam

Sebelum kedatangan agama Islam ke Yasrib masyarakat kota Yasrib telah memiliki agama dan kepercayaan. Agama yang dianut penduduk Yatrib adalah Yahudi, Nasrani, dan Pagan. Secara mayoritas penduduknya memeluk agama Yahudi. Agama Yahudi masuk ke Yasrib dibawa para imigran dari wilayah utara sekitar abad ke-1 dan ke-2. Mereka datang ke Yasrib untuk menyelamatkan diri dari penjajahan Romawi. Migrasi terbesar bangsa Yahudi terjadi pada tahun132-135. Karena pemerintah Romawi menindak keras bangsa Yahudi yang mencoba melakukan pemberontakan. Diantara suku-suku bangsa yang menganut agama Yahudi adalah Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Gathafan, Bani Quraidlah. Keempat suku ini tetap mempertahankan untuk memeluk agama Yahudi walaupun Islam telah tersebar di Madinah. Kebanyakan mereka bekerjasama dengan kafir Quraisy untuk mengusir dan membunuh Nabi Muhammad Saw.

Selain Yahudi, penduduk Yasrib ada yang memeluk agama Nasrani. Penganut agama Nasrani merupakan Kelompok minoritas yang berasal dari Bani Najran. Masyarakat Bani Najran mememeluk agama nasrani pada tahun 343 M. Ketika kelompok misionaris Kristen dikirim oleh kaisar Romawi ke wilayah tersebut mereka untuk menyebarkan agama Nasrani.

Penduduk kota Yasrib Selain memeluk agama Yahudi dan Nasrani, sebagian kecil ada yang mengikuti kenyakinan orang Quraisy dan Penduduk Makkah atau dikenal dengan paganisme yaitu kepercayaan kepada benda-benda, dan kekuatan-kekuatan alam, seperti matahari, bintang-bintang, bulan, dan sebagainya. Alasan mereka mengikuti kepercayaan orang Quraisy karena mereka memandang kaum Quraisy sebagai penjaga Rumah Allah, sebagai pemimpin-pemimpin Agama, serta sebagai panutan dalam beribadah. Praktik peribadatan mereka bertentangan dengan agama Yahudi dan Nasrani. Karena itu, sering terjadi perselisihan dan keributan antara mereka dengan pemeluk agama Yahudi

Kondisi Sosial Masyarakat Madinah Sebelum Islam

Kota Yasrib merupakan salah satu kota terbesar di provinsi Hijaz. Kota yasrib dikenal sebagai kota strategis, karena merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan kota Yaman di selatan dan Syria di utara. Selain itu Yasrib merupakan daerah yang subur sebagaian besar kehidupan masyarakatnya hidup dari bercocok tanam selain beternak. Hal ini menjadikan Yasrib sebagai pusat pertanian.

Karena faktor itu, maka banyak penduduknya yang berasal bukan dari wilayah itu. Dalam catatan sejarah diketahui kelompok yang pertama mendiami Yasrib adalah suku Amaliqah. Tidak lama kemudian, beberapa golongan Yahudi berhasil menguasai mereka dan ahirnya menetap di Madinah. Mereka datang secara bergelombang di mulai pada abad ke-1 dan ke-2. Kedatangan mereka ke Yasrib untuk menghindari serangan Romawi, yang terus mengejar mereka, karena mereka dianggap sebagai pemberontak penguasa Romawi. Kemudian datang bangsa Arab ke Yasrib karena Negerinya dilanda bencana bencana alam, berupa hancurnya bendungan Ma’rib yang dibangun sejak masa Ratu Balqis ketika kerajaan Saba masih berjaya. Kedatangan mereka diperkirakan pada tahun 300 M.

Sebelum Islam datang. Kota Yasrib memiliki beberapa kemiripan dengan keadaan di Makkah. Suku-suku dan kelompok masyarakat yang tinggal di sana berperang satu sama lain.Yasrib memiliki dua kebudayaan yaitu kebudayaan Arab dan Yahudi. Kedua kebudayaan tersebut jelas memiliki tradisi yang berbeda. Sekalipun terdapat orang-orang Arab yang memeluk Yahudi dan terjadi hubungan perkawinan diantara mereka, tapi sikap dan pola hidup bangsa Yahudi dan Arab berbeda.

Di Yasrib terdapat beberapa suku atau kabilah. diantara kabilah-kabilah yang berada di Yasrib (Madinah) antara lain:

Kabilah Aus dan Kharzaj

“Aus” dan “Kharzaj” dua suku yang terkemuka di Arab Selatan. Suku ini mendiami Yasrib jauh sebelum Islam datang. Garis keturunan suku Aus dan Khazraj sampai ke kabilah besar Yaman yang bernama Bani ‘Azd. Keturunannya terpecah menjadi dua kelompok yang saling bermusuhan dan berperang. Perang saudara berlangsung lebih dari 120 tahun. Kedua kelompok memiliki daerah kekuasaan sendiri di kota Madinah.

Kabilah Aus menempati wilayah dataran tinggi di selatan dan timur wilayah yang mereka tempati subur dan terkenal dengan hasil pertanianya. Kabilah Khazraj tinggal menempati wilayah dataran rendah di tenggah utara Madinah. Di belakang mereka tidak ada apapun kecuali kesunyian Hirrah Wabrah. Kabilah Aus mendiami wilayah-wilayah pertanian yang kaya di Madinah. Mereka bertetangga dengan Kabilah-kabilah Yahudi. Sedangkan kabilah Khazraj mendiami wilayah-wilayah yang kurang subur, dan bertetangga dengan kabilah Yahudi yang besar yakni Qainuqa.

Dalam catatan sejarah pernah terjadi perang saudara yang sangat hebat antara kabilah Aus dan Kabilah Kharzaj pada tahun ke-10 dari kenabian Muhammad SAW. Banyak pemimpin dari kedua kabilah tersebut tewas di medan perang. Pada waktu itu, kabilah Khazraj memenangkan peperangan sengit itu karena memiliki pasukan lebih banyak dari Kabilah Aus dan mendapat bantuan senjata dari bangsa Yahudi Bani Nadhir dan Baini Qainuqa. Walaupu Kabilah Aus mendapat bantuan juga dari Yahudi Bani Quraizhah.

Karena mendapat kekalahan, Kabilah Aus mengirim dua utusan ke Makkah yaitu Iyas bin Mu’adz dan Anas bin Rafi. Adapun tujuannya untuk meminta bantuan kaum Quraisy. Ketika sampai di Makkah, keduanya bertemu denga nabi Muhammad Saw. Nabi bercakap-cakap dengan keduanya dan membacakan ayat-ayat Al Quran. Ketika itu Iyas bin Mua’az tertarik dengan ajakan Nabi untuk masuk Islam. Tapi dia diingatkan oleh Anas bin Rafi tentang tujuan datang ke Makkah. Mereka ketemu dengan pembesar Quraisy dan menyampaikan tujuannya. Tapi permintaannya ditolak oleh kaum Quraisy karena mereka sedang sibuk mencegah tersebarnya ajaran Nabi Muhammad. Akhirnya keduanya kembali ke Madinah dengan tangan hampa.

Ketika keduanya sampai di Madinah, terjadi perang saudara kembali. Kali ini Kabilah Aus memperoleh kemenangan. Menurut sejarah, peperangan tersebut merupakan peperangan terakhir antara kedua kabilah. Karena sudah banyak pemimpin dari kedua kabilah tersebut masuk Islam.

Kabilah Yahudi

Bangsa Yahudi dan Bangsa Arab merupakan bangsa pendatang di Yasrib. Bangsa yahudi datang ke Yasrib karena situasi politik akibat penjajahan Romawi. Mereka menghidari Bangsa Romawi yang ingin membunuh dan menghancurkan mereka. Karena bangsa Yahudi dianggap sebagai pemberontak. Mereka kebanyakan berasal dari wilayah utara, datang ke Yasrib diperkirakan pada abad ke-1 dan ke-2. Sedangkan bangsa Arab datang ke Madinah karena bencana alam akibat hancurnya bendungan Ma’arib yang dibangun pada masa kerajaan Saba’. Mereka datang ke Madinah diperkirakan terjadi pada tahun 300 M Bangsa Yahudi di madinah terdiri dari 3 kabilah besar yaitu, Qainuqa, Nadhir, dan Quraizhah. Jumlah laki-lakinya yang sudah baligh mencapai lebih dari dua ribu orang.laki-laki di kabilah Qainuqa’ yang biasa berperang mencapai tujuh ratus orang. Bani Nadhir mencapai tujuh ratusan orang yang terbiasa perang. Sedangkan laki-laki dari Bani Quraizhah antara tujuh ratus hingga sembilan ratus orang.

Bani Nadhir menetap di Aliyah, di lembah Bathan sejauh 2 atau 3 mil dari Madinah. Daerah tersebut banyak pohon kurma dan tanaman-tanaman lainnya. Bani Quraizhah mendiami wilayah Mazhur yang terletak beberapa mil di selatan Madinah. Sedangkan bani Qainuqa tinggal di dalam kota Madinah. Mereka pindah setelah diusir oleh Bani Nadhir dan Bani Quraizhah, dari tempat mereka yang berada diluar Madinah. Bangsa Yahudi memiliki midras, yaitu tempat mereka mempelajari agama Yahudi dan sejarah rosul-rosul mereka. Mereka melahirkan ahli ilmu, ahli agama dan ahli hukum.

Pada awalnya bangsa Yahudi dan Arab dapat hidup berdampingan saling menghormati. Pada perkembangan selanjutnya, bangsa Arab melebihi jumlah penduduk bangsa Yahudi yang sudah datang duluan di Yasrib, terutama setelah Arab Yaman pindah secara masal di akhir abad ke-4 M. Mulai saat itu muncul kecurigaan dan saling mengancam diantara keduanya. Ketegangan ini berawal dari sikap bangsa Yahudi yang menyombongkan diri sebagai manusia pilihan Tuhan karena dari suku mereka banyak diutus para nabi dan rasul. Selain itu mereka adalah penganut agama tauhid, sementara masyarakat arab adalah penyembah berhala.

Apabila timbul konflik, orang Yahudi selalu berkata dengan nada ancaman bahwa semakin dekat waktu kedatangan Nabi yang diutus untuk memimpin mereka membunuh bangsa Arab. Pada waktu itu Jika ditanya tentang kedatangan Nabi, Para pendeta Yahudi selalu menunjuk ke arah Yaman. Bagi Orang Yasrib, isyarat itu bukan ke Yaman tapi kota Makkah. Ketika mendengar berita seseorang yang mengaku Nabi di Makkah, mereka berusaha mencari informasi tersebut. Setiap musim haji tiba, mereka mengutus ke Makkah untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut. Hasilnya terjadi dua perjanjian yaitu ‘Aqabah I dan Aqabah II.

Kondisi Ekonomi Masyarakat Madinah Sebelum Islam

Kota Yasrib merupakan salah satu kota terbesar di provinsi Hijaz. Kota yasrib dikenal sebagai kota strategis, karena merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan kota Yaman di selatan dan Syria di utara. Selain itu Yasrib merupakan daerah yang subur sebagaian besar kehidupan masyarakatnya hidup dari bercocok tanam..

Yasrib merupakan kota yang makmur dan subur dengan pertaniannya. Inilah yang membuat Yasrib berbeda dengan Kota Makkah di kondisi alam dan watak penduduknya. Air yang tersedia di kota Yasrib ini mencukupi untuk membangun pertanian. Kota ini dikelilingi oleh gunung berbatu, terdapat banyak lembah, atau yang paling terkenal dikenal dengan nama Wadi Sebagai pusat pertanian, kota Yasrib menjadi menarik bagi penduduk wilayah lain untuk pindah ke Yasrib.

Kota Yasrib terdapat daerah perSawahan dan perkebunan yang dikelola dengan baik, sehingga perSawahan dan perkebunan ini bisa menjadi sandaran hidup penduduk setempat. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur. Kurma merupakan hasil alam yang memberikan manfaat banyak bagi kehidupan mereka, diantaranya sebagai makanan, alat bangunan, makanan hewan, bahkan seperti mata uang yang digunakan untuk tukar menukar ketika terdesak. Kurma Madinah juga banyak macamnya. Di kota Yasrib terdapat beberapa pabrik yang sebagian besar dikelola oleh orang- orang yahudi. Bani Qainuqa’ adalah kabilah yahudi terkaya di Madinah, meski jumlah mereka tidak banyak.Di Madinah terdapat banyak pasar, yang terkenal pasar Bani Qainuqa’, disana juga terdapat toko minyak wangi. Dan macam- macam jual beli lainnya, yang sesuai dengan ajaran Islam maupun tidak.

Kondisi Politik Masyarakat Madinah

Yasrib tidak pernah ada kerajaan yang mengatur kekuasaan. Sehingga Kekuasaan berada di tangan suku-suku atau kelompok tertentu tergantung kepada siapa yang paling kuat diantara mereka. Hal inilah yang mengakibatkan sering terjadinya perang antar suku dan kelompok. Kondisi tersebut hampir sama dengan keadaan di Makkah. Sebelum bangsa Yahudi datang ke Madinah dan akhirnya menguasai Madinah, suku yang pertama kali tinggal dan menguasai Yasrib adalah suku Amaliqoh. Mereka membangun perkampungan dan peradaban. Kemudian, setelah bangsa Yahudi datang ke Madinah mereka menaklukkan suku Amaliqoh dan akhirnya menguasai Madinah.

Sebelum kedatangan orang-orang Arab, Madinah sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang Yahudi, baik secara ekonomi, politik, maupun intelektual. Bangsa Yahudi dimadinah terdiri dari Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa sudah bisa membangun sebuah peradaban dengan membuat benteng-benteng untuk berlindung dari serangan arab badui. Mereka disebutkan sebagai kelompok yang paling makmur dan berbudaya.

Sejarah menyebutkan bahwa orang-orang Masehi (Kristen) di Syam (Siria) sangat membenci orang-orang Yahudi. Mereka menganggap bangsa Yahudi telah menyiksa dan menyalib Isa al-Masih. mereka menyerbu Yasrib untuk memerangi orang-orangYahudi. Dalam penyerbuan tersebut, orang-orang Kristen meminta bantuan suku Aus dan Khazraj. Suku Aus dan Khazraj, seperti halnya kaum Yahudi, juga merupakan pendatang. Keadaan tersebut menyebabkan peperangan antara Yahudi dan Kabilah Arab yaitu Aus dan Khazraj. Banyak pemimpin Yahudi yang meninggal, sehingga kekuasaan Yasrib jatuh ke tangan Aus dan Khazraj. Sebelumnya, kondisi Aus dan Khazraj merupakan buruh. Peralihan kekuasaan di Yasrib merubah kedua suku menjadi suku yang menonjol.

Setelah bangsa Yahudi kalah dan tidak berkuasa, mereka berusaha untuk memecah belah kedua suku tersebut, provokasi (penghasutan) mereka nampaknya berhasil. Muncul permusuhan antara kedua kabilah, sehingga terjadi peperangan yang tidak pernah berarkhir. Dalam kondisi seperti itu, bangsa Yahudi memiliki peluang untuk memperbesar perdagangan dan kekayaan mereka. Kekuasaan mereka yang sudah hilang dapat mereka rebut kembali. Sehingga di Yasrib terdapat 3 kekuatan yang mengendalikan Madinah yaitu kabilah Aus, Kabilah Khazraj, dan bangsa yahudi. Ketiganya telah siap tempur dan hidup dalam suasana perang yang tiada hentinya

Selain perebutan kekuasaan di antara 3 kabilah tersebut, konflik muncul karena adanya perbedaan agama. kabilah Aus dan kabilah Khazraj memeluk agama Watsani (menyembah berhala). Sedangkan bangsa Yahudi sebagai Ahlul Kitab (penganut al-Kitab) mempercayai keesaan Tuhan (monoteisme). Oleh karena itu, orang-orang Yahudi sangat mencela suku Aus dan Khazraj yang dipandangnya sebagai kaum kafir. Sama halnya dengan penganut agama Watsani di jazirah Arabia, pada bulan tertentu, yaitu Dzulhijjah, mereka melakukan ziarah ke kota Makkah. Mereka melakukan peribadatan dan penyembahan berhala yang ada di seputar Ka’bah. Ziarah ke kota Makkah biasanya dilakukan secara berombongan, baik dari kalangan suku Aus maupun Khazraj. Akan tetapi adanya hubungan sosial yang terjadi antara orang-orang Yahudi yang menetap di Madinah dengan orang-orang Aus dan Khazraj, sedikit banyak telah menyebabkan pemikiran keagamaan Yahudi dapat diketahui dan diserap oleh mereka.

Keadaan ini menyebabkan Kabilah Aus dan Khazraj lebih mudah memahami ajaran keagamaan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. dibanding penduduk Makkah. Karena itu, Orang-orang Yasrib (Madinah)mudah mengerti dan memahami ajaran-ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad, karena ajaran itu menyerupai ajaran-ajaran yang telah mereka dengar dari orang-orang Yahudi. Salah satunya mengenai akan datangnya seorang Nabi baru. Karena itu, ketika mereka mendengar berita tentang adanya seorang Nabi di Makkah, yaitu Nabi Muhammad, mereka dengan cepat menanggapi dan mempercayainya.

Dengan alasan itu pula, kemudian mereka meminta Nabi Muhammad untuk pindah (hijrah) ke kota Yasrib dan menjadi pemimpin bagi kedua kabilah di Yasrib


Sultan Baybars Dari Dinasti Mamluk; Penangkis Ancaman Crusader dan Mongol (Part 1)

  Sultan Baybar Nama lengkapnya adalah Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baybars al-Bunduq , adalah pendiri Dinasti Mamluk di Mesir generasi ke em...