Tampilkan postingan dengan label Sirah an Nabawiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirah an Nabawiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2020

Mimpi Menyerupai Fajar Subuh; Tanda - Tanda Awal Nubuwah Baginda Nabi Muhammad SAW

 

Genap usia 40 tahun, umur dimana memasuki masa kematangan para Rasul sebelumnya menerima Wahyu, Baginda Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Mulai tampak pada diri beliau tanda - tanda nubuwah yang muncul dari kehidupannya. Diantara tanda-tanda yang muncul itu adalah mimpi yang hakiki. Selama enam bulan beliau menerima mimpi yang sama, yakni beliau bermimpi menyerupai fajar subuh yang menyingsing. Mimpi itulah salah satu diantara empat puluh enam bagian dari tanda tanda nubuwah. Maka ketika berada di penghujung bulan Ramadhan pada tahun ke tiga dari pengasingan di Goa Hira', Allah berkehendak untuk melimpahkan rahmat-Nya kepada penghuni bumi, memuliakan beliau dengan sebuah nubuwah dan menurunkan Jibril (dalam bahasa Ibrani disebut Namus) kepada Muhammad SAW dengan membawa ayat - ayat Al Qur'an.


Syekh shafiyurrahman Al mubarakfuri dalam bukunya Sirah Nabawiyah menjelaskan, pada hari Senin malam tanggal 21 bulan Ramadan, atau bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 610 M, beliau diangkat oleh Allah SWT menjadi seorang Rasul. Usia beliau saat itu genap 40 tahun lebih 6 bulan 12 hari menurut perhitungan kalender Hijriyah, atau 39 tahun lebih 3 bulan 20 hari menurut perhitungan kalender syamsiah. 


Dari Aisyah radhiyallahu anha menuturkan, "awal permulaan Wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, iyalah berupa mimpi yang hakiki di dalam tidur beliau. Beliau tidak melihat sesuatu di dalam mimpinya melainkan ada sesuatu yang datang menyerupai fajar subuh. Kemudian beliau paling suka mengasingkan diri. beliau menyendiri di Gua Hira dan beribadah di sana pada malam malam hari sebelum pulang ke keluarga dan mengambil bekal. Beliau menemui Khadijah dan mengambil bekal seperti biasanya hingga datang kebenaran tatkala beliau berada di Goa Hira'."


Pada saat inilah Malaikat mendatangi beliau, kemudian turunlah Wahyu Qur'an Surat Al Alaq 1-5. 


اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۚ 

خَلَقَ الْاِ نْسَا نَ مِنْ عَلَقٍ ۚ 

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ ۙ 

الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ ۙ 

عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۗ 


Jumat, 20 November 2020

Irhas Muhammad bin Abdullah Sejak Belia

 


Abu Thalib , paman Nabi melaksanakan hak anak saudaranya dengan sepenuhnya dan menganggap seperti anaknya sendiri. Bahkan Abu Thalib lebih mendahulukan kepentingan beliau daripada anak – anaknya sendiri, mengkhususkan perhatian dan penghormatan. Hingga berumur lebih dari empat puluh tahun Nabi Muhammad SAW mendapatkan kehormatan di sisi Abu Thalib, hidup di bawah penjagaan Abu Thalib, rela menjalin persahaatan dan bermusuhan dengan orang lain demi membela anak saudaranya.  

Ibnu Asakir mentakhrij dari Julhumah bin Arfatah dia berkata “Tatkala aku tiba di Makkah, orang – orang sedang dilanda musim paceklik. Orang – orang Quraisy berkata, “Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah kita berdoa meminta hujan.” 

maka Abu Thalib keluar bersama seorang anak kecil, yang seolah – olah wajahnya adalah matahari yang membawa mendung, yang menampakkan awan sedang berjalan pelan – pelan. Di sekitar Abu Thalib juga ada beberapa anak kecil lainnya. Dia memegang anak kecil itu dan menempelkan punggungnya ke dinding Ka’bah sambil jari jemarinya memegangi anak kecil itu. Langit tadinya bersih dari mendung, tiba – tiba saja mendung itu datang dari segala penjuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras hingga lembah – lembah tarairi dan ladang – ladang menjadi subur. Abu Thalib mengisyaratkan hal ini dalam syair yang dibacakannya, 

putih berseri meminta hujan dengan wajahnya

penolong anak yatim dan pelindung wanita janda

Sultan Baybars Dari Dinasti Mamluk; Penangkis Ancaman Crusader dan Mongol (Part 1)

  Sultan Baybar Nama lengkapnya adalah Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baybars al-Bunduq , adalah pendiri Dinasti Mamluk di Mesir generasi ke em...